LCD Text Generator at TextSpace.net Cute Finding Nemo

24/04/13

WASPADAI PEDOFILIA DI DUNIA MAYA!!!


Istilah "Pedofilia" berasal dari bahasa Yunani, paidophilia yaitu pais yang berarti anak-anak dan philia berarti cinta yang bersahabat atau persahabatan. Sedangkan pedofil adalah pelaku pedofilia atau seseorang yang memilih menunjukan aktivitas seksual kepada anak prapubertas atau awal masa pubertas atau pada anak yang berumur kurang dari 13 tahun
Pada umumnya pedofil berusia 5-50 tahun lebih tua dari anak-anak yang menjadi sasarannya. Pelaku pedofilia tidak hanya laki-laki namun juga perempuan. Tidak hanya orang asing yang melakukannya, namun juga bisa dari kerabat dekat, entah saudara, tetangga dan sebagainya.

Ciri-ciri karakter pedofil bersifat obsesif, posesif (ingin menguasai), predatori, tekun dan teliti yang berhubungan dengan pendokumentasian. Cepat mempelajari aspek kehidupan korbannya, berupaya sekuat tenaga memburu korbannya dengan berbagai cara seperti mendekati korban, keluarga dan masyarakat sekitarnya, serta cenderung menyimpan dokumentasi korbannya dengan rapi seperti foto, video, catatan ataupun rekaman percakapan.
Dalam buku Pedofil Penghancur Masa Depan Anak karangan Luh Ketut Suryani dan Cokorda Bagus Jaya Lesmana, disebutkan bahwa masyarakat harus mewaspadai komunikasi internet yang sering berisi gambar-gambar porno. Hal ini sejalan dengan talkshow Oprah Winfrey mengenai pedofilia beberapa tahun yang lalu, bahwa pedofilia menggunakan internet untuk menggaet korbannya.
Dalam satu sesi talkshow tersebut, seorang pedofilia mengakui bahwa jaringan pedofilia sudah menyebar di dunia. Mereka bahkan saling bekerja sama dan memberikan informasi satu sama lain meski berada di negara yang berbeda. Ini berhubungan dengan pendokumentasian yang tersimpan dalam file mereka. Bahkan untuk mendapatkan rekaman korban, pedofil menggunakan dunia maya sebagai alatnya.
Awalnya pedofil akan melacak keberadaan anak-anak yang menggunakan internet dengan cara coba-coba berkenalan, entah melalui situs jejaring pertemanan, chatting dan sebagainya. Kemudian menunjukkan persahabatan sehingga calon korban mau membuka diri. Bila calon korban memiliki masalah dengan orangtua dan juga tidak mendapatkan pengawasan saat menggunakan internet, di sanalah pedofil akan mulai melancarkan serangannya.
Pedofil akan merayu, mengatakan hal-hal yang baik sehingga mendapatkan kepercayaan dari anak-anak. Tanpa menyadari bahaya, anak-anak akan menyenangi orang baru tersebut. Pedofil akan menawarkan sejumlah hadiah yang disukai calon korban seperti mengirimkan uang, hadiah, mainan dan sebagainya dengan lebih dulu meminta anak tersebut melakukan permintaannya.
Dalam video pada acara talkshow Oprah, seorang pedofilia meminta anak yang menjadi sasarannya untuk membuka baju atasnya di depan kamera komputer yang sedang online. Pedofil ini kemudian merekamnya, menjanjikan akan memberikan kesukaan si anak. Tentu saja si anak merasa senang, apalagi anak kecil sangat suka melihat rekaman dirinya yang diputar ulang. Mulanya bagian atas, lama-lama anak tersebut terlucuti semua pakaiannya oleh pedofil. Anak tersebut tidak menyadari bahwa apa yang ia lakukan akan menjadikan dirinya korban pemerasan. Video si anak tanpa pakaian tersebut menjadi alat bagi pedofil membujuk calon korban untuk melakukan pertemuan. Merasa malu dan tidak ingin diketahui orangtua, si anak kemudian keluar dari rumah untuk menemui pedofil tersebut. Dan akhirnya ia menjadi korban pencabulan.
Sebagai orangtua, hendaknya perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anak yang ber-internet. Jangan memberikan kebebasan bagi si anak untuk menyendiri di kamar saat online, apalagi berbicara dengan orang asing di dunia maya. Dunia maya menjadikan seseorang dapat menyembunyikan jati diri yang sebenarnya. Perhatikan pula ketika anak pergi tanpa memberitahukan tujuannya. Ingatlah bahwa kejahatan dunia maya mengintai siapa saja, termasuk anak-anak.

cr : kompasiana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar